5/14/13

di pengHUJUNG WAKTU

DI PENGHUJUNG WAKTU

Aku melihat seakan Fir'aun hidup kembali, begitu banyak orang-orang yang haus kekuasaan.
Aku dihadapkan dengan orang yang di beri amanat khianat, yang khianat diberi amanat.

Aku melihat amanat telah tercabut dari hati pemimpin-pemimpin.
Aku melihat orang tak peduli lagi dengan siapa yang memimpin, syariat telah ditinggalkan.

Aku menyaksikan ulama-umara bodoh karena ilmu telah tercabut darinya.
Aku ditengah-tengah medan perang pemikiran, penyimpangan-penyimpangan yang telah dibenarkan, kebenaran telah disamarkan.

Aku melihat seakan-akan Qarun bangkit, begitu banyak orang yang menuhankan harta dan diperbudak olehnya.
Aku berada ditengah-tengah orang rakus yang saling berebut harta, tidak peduli akan halal dan haramnya.

Aku berada ditengah-tengah orang yang saling menipu, tidak menipu tertipu.
Aku berada di pasar dimana hukum dilelang dan diperjualbelikan

Aku melihat perempuan melenggok berpakaian tapi telanjang.
Aku berada ditengah-tengah syahwat yang dilampiaskan tanpa ragu dan malu.

Aku menyaksikan seorang ibu melahirkan anak yang menjadi majikannya.
Aku berada ditengah-tengah anak muda yang menyia-nyiakan orang tuanya.

Aku menyaksikan banyak orang mengaku nabi, titisan malaikat, bahkan menuhankan dirinya.
Aku menyaksikan peniup seruling yang melenakan setiap orang yang mendengarnya.

Aku menyaksikan orang saling bunuh tanpa sebab yang pasti.
Aku terdampar di tanah darah tumpah dan mengalir sia-sia.

Aku telah kembali pada zaman Jahiliyah seperti yang telah diberitakan oleh Sang Nabi akhir zaman.
Seakan roda waktu berputar ke arah sebaliknya dan zaman dijungkirkan terbalik.

Adzab demi adzab telah diturunkan sebagai peringatan.
Musibah demi musibah berlomba mengetuk pintu hati.
Tapi mata telah dibutakan, telinga tidak mendengar, dan hati telah terkunci.

Kini aku hidup di atas bumi tua yang renta dan gerah gelisah.
Gunung sebagai pasak telah bergoyang dan hendak tercabut.
Sungai dan laut bagai menuang gelora amarah.

Langit mulai terkoyak dan matahari makin membara terbatuk-batuk.
Bintang-bintang dan benda langit terganggu orbitnya dan mulai berjatuhan.
Lempeng-lempeng bumi mulai mengkerut dan putarannya mulai lamban.

Kini tinggal menunggu kedatangan al-Masih ad-Dajjal yang nyata, sementara 30 lainnya sudah bertebaran.
Kini tinggal menunggu Dinding Pemisah terbuka hingga bertebaranlah Ya'juj dan Ma'juj.
Hingga turunlah Isa Putra Maryam Sang Juru Selamat, yang melelehkan Dajjal, membunuh Yahudi, membasmi babi dan menghancurkan salib-salib.

Kemudian tibalah orang-orang berkaki pendek yang menghancurkan Ka'bah.
Dan Tuhan mempersilakan matahari terbit dari tempat tenggelamnya.
Ketika Israfil meniup Sangkakala, tibalah hari yang telah dijanjikan itu.

Oh Allah...
Tolong Kau tunda dulu peristiwa-peristiwa besar itu.
Tolong Kau tahan adzab-adzab yang akan menimpaku.

Beri aku sedikit waktu Ya Allah...
untuk membersihkan hati dan lisanku.
untuk mencuci gelimang dosa pada setiap jengkal tubuhku.

Beri aku secuil kesempatan Ya Rabb...
untuk bermunajat kepada-Mu.
agar aku dapat bertaubat kepada-Mu...

**DM-20100407, ruang renung
(David Muhammad)

No comments: